KPA Magetan Hadiri Safari Ramadhan Pemkab di Kawedanan
Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

Pemerintah Kabupaten Magetan kembali menggelar Safari Ramadhan pada Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di Masjid Abu Bakar As Shidiq, masjid wakaf Desa Tladan, Kecamatan Kawedanan. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, serta berbagai undangan dari unsur masyarakat. Dari Pengadilan Agama Magetan, Ketua Dr. Hermin Sriwulan, S.H.I., S.H., M.H.I. hadir langsung sebagai bentuk dukungan dan sinergi antar lembaga. Safari Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan di bulan suci.
Rangkaian acara diawali dengan buka puasa bersama di Pendopo Surya Graha, kemudian rombongan bertolak menuju Masjid Abu Bakar As Shidiq di Kawedanan untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah. Selain ibadah bersama, kegiatan juga diisi dengan berbagai program sosial seperti pembagian sembako, tahsin Al-Qur’an untuk lansia, serta pemberdayaan UMKM. Bantuan sembako secara simbolis diserahkan kepada perwakilan lima kecamatan, yakni Takeran, Nguntoronadi, Bendo, Kawedanan, dan Lembeyan. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd. menyampaikan bahwa kehadiran Forkopimda bertujuan memastikan kegiatan Ramadhan berjalan aman dan tenteram, khususnya di wilayah Kawedanan. “Forkopimda hadir untuk memastikan kegiatan di bulan Ramadhan, khususnya di Kecamatan Kawedanan, dapat berlangsung dengan aman dan penuh ketenteraman,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan serta memakmurkan masjid selama Ramadhan. Momentum ini menjadi wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan kultum oleh KH Sumarno Abdul Aziz, Ketua Baznas, yang menjelaskan perbedaan makna shiyam dan shoum dalam Al-Qur’an. Ia menyampaikan bahwa shiyam adalah puasa secara lahiriah seperti menahan makan dan minum, sedangkan shoum adalah puasa hati dengan mengendalikan hawa nafsu sepanjang waktu. “Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari keinginan buruk dalam setiap waktu,” pesannya. Safari Ramadhan ini pun ditutup dengan doa bersama, mempertegas komitmen kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan penuh berkah.
(PA.Mgt/WTH)












